Terang Kecil

Imam Besar Pengantara Kita

Ibrani 10: 21. dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah.

Imam Besar Kita,Kita punya seorang pengantaraKata imam untuk pertama kali di temukan di dalam Alkitab pada saat Abraham selesai mengalahkan raja Kedorlaomer, dimana Melkisedek, raja Salem, imam Allah Yang Mahatinggi, menemui dan memberkati Abraham (Kejadian 14). Jadi Melkisedek adalah Imam.

Pada saat bani Israel berada di padang gurun, Allah berfirman kepada Musa untuk mendirikan kemah pertemuan (Kaabah) …….., Keluaran 25:8, mengatakan “Supaya Allah akan diam di tengah-tengah mereka.” Dengan hadirnya Hadirat Allah di Kaabah tersebut, maka di perlukan orang-orang untuk melayani di Kaabah.

Dalam buku Keluaran 28. Allah memerintahkan kepada Musa untuk membawa Harun dan ketiga anaknya dari tengah-tengah orang Israel, untuk dijadikan imam bagi Allah. Allah memberikan petunjuk kepada Musa bahwa Harun beserta ketiga anaknya itu haruslah di kuduskan, dengan memberikan pakaian yang khusus dan diurapi, karena merekalah yang memegang jabatan imam bagi-Nya. Musa melakukan seperti yang Allah perintahkan, Allah memberikan petunjuk tugas-tugas dan tanggung jawabnya sebagai Imam. Selanjutnya dalam pasal dua puluh Sembilan, menjelaskan bagaimana Harun beserta ketiga anaknya di khususkan untuk menjadi imam Allah, melalui upacara hewan kurban, pembasuhan dan pengurapan dengan minyak, untuk menegguhkan jabatan keimamatannya.

Yang menarik dari petunjuk yang diberikan Allah kepada Musa, adalah simbol-simbol yang dikenakan pada pakaian imam antara lain Patam emas di dahi imam besar, batu permata yang bertuliskan nama-nama anak Israel yang disematkan pada pundak kiri dan kanan imam dan di dada, tepatnya diatas jantungnya, dan giring-giring emas pada jubahnya. Tataletak dari permata tersebut tentunya mempunyai makna spiritual yang berhubungan dengan upacara di dalam Kaabah.

Permata di pundak kiri dan kanan masing-masing bertuliskan enam nama para anak Israel, memiliki makna bahwa imam besar memikul tanggung jawab suci di pundaknya sebagai pengantara untuk 12 suku Israel dengan Allah, dan imam besar sebagai perwakilan yang resmi (sah). 12 permata di dada, adalah lanjutan dari gambaran akan tanggung jawab suci bagi mereka, di atas hati menandakan cinta dan kasih sayangnya terhadap mereka, setiap kali imam besar masuk ke Kaabah di hadapan Hadirat-Nya untuk umatnya, ia merendahkan diri dalam kesadaran akan dosa-dosa dan kebutuhan pengampunan

Giring-giring emas pada jumbai jubahnya sebagai tanda pelayan di bilik Yang Maha Suci sedang berlangsung, di saat yang sama seluruh bani Israel melayangkan doa-doa ke Hadirat Allah. Patam emas dengan bentuk meterai “Kudus bagi Tuhan” Harun harus menanggung akibat kesalahan terhadap segala yang dikuduskan oleh orang Israel, yakni terhadap segala persembahan kudusnya. (Kel. 28 ).

Tugas para imam adalah mengantarai orang Israel yang berdosa terhadap Allah, melalui upacara hewan kurban. Apabila seorng Israel yang telah melakukan pelanggaran, maka ia harus melakukan upacara hewan kurban di Kaabah. Pertama-tama ia harus membawa hewan kurban kepada imam (anak-anak Harun yang bertugas), dan orang bersalah tersebut menumpangkan tangannya pada hewan kurban tersebut, lalu menyembelihnya, dan darah hewan tersebut di ambil oleh imam dan membawahnya kemesbah untuk di percik, melambangkan ia telah memperoleh pengampunan. Demikianlah gambaran kegiatan harian di lakukan oleh imam kepada seluruh Jamaat yang datang untuk melakukan kurban pengampunan dosa.

Setahun sekali, imam besar melakukan upacara pendamaian untuk seluruh orang-orang Israel, pertama-tama imam besar harus menyucikan dirinya sendiri, kemudian keluarganya, agar ia layak dihadapan Allah menjadi pengantara antara orang-orang Israel yang berdosa. Selama satu tahun yang telah dilewati. Seluruh kegiatan ini di lakukan dengan menyembelih hewan kurban. Setelah dia selesai menyucikan dirinya dan keluarganya barulah dia melakukan pendamaian untuk seluruh orang Israel dengan penyembelihan hewan kurban.

Apabila salah satu dari sekian banyak orang Israel itu, tidak menyucikan diri, atau tidak melakukan pengakuan (dosa tersembunyi), maka akibatnya pada saat imam besar masuk ke dalam Kaabah untuk mendamaikan orang Israel dengan Allah, ia akan binasa di hadapan Hadirat Allah dengan tidak terdengarnya bunyi giring-giring di jubahnya

Pada akhir upacara pendamaian ini, imam besar membersihakan Kaabah dari dosa-dosa orang Israel yang datang setiap hari ke Kaabah, membawahnya keluar Kaabah lalu di timpakan kepada hewan penanggung dosa yaitu kambing azasel, melalui penumpangan tangan keatas kepala hewan tersebut, setelah itu hewan tersebut di bawah keluar dari perkemahan dan di lepas di padang gurun. Yang semuanya itu adalah lambang penyucian dari dosa.

Sebab setiap imam besar, yang dipilih dari antara manusia, ditetapkan bagi manusia dalam hubungan mereka dengan Allah, supaya ia mempersembahkan persembahan dan korban karena dosa.( Ibrani 5:1). Pelayanan mereka adalah gambaran dan bayangan dari apa yang ada di sorga, sama seperti yang diberitahukan kepada Musa, ketika ia hendak mendirikan kemah: "Ingatlah," demikian firman-Nya, "bahwa engkau membuat semuanya itu menurut contoh yang telah ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu."( Ibrani 8:5).

Sekarang kita mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah (Ibrani 4:14). Dialah imam besar yang saleh telah merasakan kelemahan-kelemahan kita, Ia telah dicobai namun tidak berbuat dosa. Ia tidak seperti imam yang melayani di bumi, yang masih berdosa. Oleh sebab itu Ia sanggup menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh-Nya datang kepada Allah, sebab Ia senantiasa menjadi pengantara bagi orang berdosa. Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus, yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia............ 1 Timotius 2:5 – 6.

Yesus lah imam Besar kita yang masuk menghadap hadirat Allah di sorga, bukan dengan darah hewan kurban akan tetapi dengan darah-Nya sendiri, dan Yesus Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang (Ibrani 9:28). Bagi orang yang mau menerimah-Nya sebagai penebus, dan Juruslamat manusia. Tanpa Kristus Yesus, tidak ada orang akan sampai kepada Allah, karena Ia adalah jalan dan kebenaran dan hidup (Yohanes 14:6)

Posted in Lentera Dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *