Terang Kecil Menuntun kepada Terang Besar

Kristen = Dibenci, Dihujat, Dicemooh, Dianiaya 

Kristen dibenci, dicemooh, dihujat dan dianiaya, Lentera dunia, Terang duniaJanganlah kamu heran, saudara-saudara, apabila dunia membenci kamu” 1 Yohanes 3:13.

Pada awalnya para pengikut Yesus Kristus berkembang disekitar pantai Galilea, ini dapat dilihat dari sebagaian murid-murid-Nya adalah nelayan. Di daerah inilah Ia memulai pelayanan-Nya, hingga tersiarnya berita tentang Dia yang dapat membuat mujizat-mujizat dan penyembuhan berbagai penyakit, maka berbondong-bondonglah orang datang mencarinya. (Matius 4:23 – 25).

Cara Yesus menyampaikan dan menjelaskan firman Allah membuat para pendengar merasa nyaman dan berpengharapan, mereka takjub akan ajaran-Nya, dan penuh kuasa, berbedah dengan para guru-guru agama dan ahli Taurat yang selama ini mereka dengar.

Dalam pelyanan-Nya, Yesus tidak berada dalam jalur atau sistem yang sama dengan para Imam, orang Farisi, dan orang Saduki ataupun para guru agama saat itu, ini dapat dilihat dari reaksi mereka, dengan menayakan legalitas-Nya, dari mana Dia miliki semuanya itu? Bahkan mereka bertanya untuk menjebaknya agar Yesus dapat di hukum karena membuat jawaban yang berlawanan dengan hukum taurat, namun jawaban-jawaban yang diberikan adalah jawaban yang tidak dapat dibayangkan sebelumnya oleh mereka, bahkan secara tidak langsung membuka kedok pelayanan mereka yang salah. Walaupun mereka menyembah Allah, namun ajaran mereka yang diajarkan adalah perintah manusia (Matius 15:9). Sehingga mereka marah kepada-Nya, dan berusaha mencari jalan untuk membunuh-Nya.

Dan benar, para pemuka agama dan ahli kitab (Imam, Farisi dan Saduki) mereka mendapatkan celah, atau jalan masuk untuk membunuh Yesus, melalui salah seorang murid-Nya. Melalui Yudas (murid-Nya) mereka mengatur rencana untuk membunuh Yesus. Mereka merancang suatu drama peradilan, yang bertujuan untuk menjatuhkan hukuman mati bagi-Nya, bahkan Pilatus pun tak kuasa untuk membela Yesus.

Kemarahan, kegeraman, dan kebencian mereka, hanya dapat dilihat melalui ekspresi teriakan emosional “Salibkan Dia … Salibkan Dia … Salibkan Dia … Dia harus disalibkan. Spirit kebencian yang sama, yang di tunjukkan oleh Mahkama agama dengan gertakan gigi sambil berteriak mereka menyeret Stefanus keluar dan melontarinya dengan batu hingga mati (Kisah Para Rasul 7:54 – 60).

Gelora kebencian, badai cemohan, dan gelombang penganiayaan menerpa orang-orang percaya di Yerusalem, sehingga mereka lari kekota-kota lain sambil memberitakan Yesus Kristus. Seorang muda yang pandai, meminta otoritas kepada Imam besar, agar dapat mengejar dan membinasakan orang-orang yang percaya kepada Yesus serta ajaran-Nya, namun ia pun bertobat dalam perjalanan ke Damsyik (Kisah Para Rasul 9).

Penganiayaan yang dialami oleh para murid-Nya dan orang-orang percaya, tidak memadamkan api iman percaya mereka, kemanapun mereka pergi, mereka mengabarkan tentang Yesus Kristus serta ajaran-ajara-Nya. Pekabaran tentang Yesus kristus tersebar sampai di Asia kecil bahkan sampai ke Eropa. Di Antiokhia di daerah inilah orang-orang percaya kepada Yesus pertamakali disebut Kristen (Kisah 11:26), namun istilah kristen pada saat itu memiliki makna ejekan atau cemohan, akan tetapi sekarang istilah ini menjadi tanda kesetiaan, dan karakter yang mulia seperti Yesus Kristus.

Spirit kebencian yang sama oleh para pemuka agama, para imam zaman itu, akan dialami oleh orang-orang Kristen akhir zaman ini, mereka di cemooh, dihujat, dibenci, dikucilkan, bahkan dianiaya hingga binasa, oleh karena apa? Oleh karena nama-Nya ….. Yesus Kristus, Mesias, Isa Almasi (Matius 24:9). Orang-orang yang melakukan penganiayaan bahkan membunuh para pengikut Yesus, adalah orang-orang yang mengaku menyembah Allah, dan perbuatan-perbuatan penganiayaan itu adalah untuk menyukakan Allah. Mereka merasa bahwa melakukan hal tersebut adalah suatu perbuatan kebajikan kepada Allah. Namun Yesus sudah mengamarkan terlebih dahulu akan hal itu, agar pengikut-Nya jangan kecewa dan lemah iman sehingga menolak-Nya oleh karena penganiayaan (Yoanes 16:1 – 2). Dengan amaran tersebut, walaupun seluruh dunia membenci, kita sebagai pengikut Yesus Kristus tidak heran dan kecewa bahkan lemah iman.

"Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu. Ingatlah apa yang telah Kukatakan kepadamu: Seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya. Jikalau mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu; jikalau mereka telah menuruti firman-Ku, mereka juga akan menuruti perkataanmu. Tetapi semuanya itu akan mereka lakukan terhadap kamu karena nama-Ku, sebab mereka tidak mengenal Dia, yang telah mengutus Aku”  (Yohanes 15: 18,20,21).

Jadi bagaimanakah seharusnya orang-orang Kristen sejati menyikapi spirit para imam dan pemuka agama zaman Yesus Kristus dan Stefanus, yang terulang kembali di zaman akhir ini, yaitu cemohan, fitnahan, kebencian, dihujat, dianiaya bahkan sampai dibunuh oleh karena Yesus! bahkan pemazmur mengatakan “Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami dianggap sebagai domba-domba sembelihan.” (Mazmur 44:23) Apakah kita harus membalas dengan cara yang sama, atau menggugat mereka dipengadilan, atau kita nyatakan perang dengan mereka? Kalau itu yang kita lakukan kitapun sama dengan mereka yaitu kita menyembah Allah? tetapi ajaran yang kita lakukan adalah perintah manusia bukan perintah Allah.

Sebagaimana Yesus dan Stefanus menjelang akhir hidupnya oleh penganiayaan, mereka berseru (berdoa) “Tuhan jangan tanggungkan dosa ini kepada mereka!” (Kisa Para Rasul 7:60) dengan kata lain “Allah ampunilah kesalahan mereka.” Karena apa yang mereka perbuat, mereka tidak mengerti.

Oleh sebab itu Yesus berkata kepada umat-Nya yang setia " Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.” Matius 5:44

Dengan mengalami penganiayaan oleh karena Yesus Kristus, kita mengambil bagian dari penderitaan-Nya, sehingga Matius menulis Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." Matius 5:10 – 12.

Posted in Lentera Dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *