Adam Yang Lebih Baik

"Renungan di pagi hari, adalah bacaan yang membekali
umat Tuhan, dalam melakukan aktivitas yang penuh dengan
tantangan dan cobaan hingga fajar merekah."
Kamis 13 July, 2017.

Pencobaan Unik Adam Kedua

Pencobaan unik Adam kedua, Lentera dunia, Terang kecil“Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan” Kolose 2:9.

Yesus adalah Adam kita yang lebih baik karena Dia mengatasi tekanan dan godaan yang Adam pertama kita tidak pernah ketahui. Salah satunya adalah godaan untuk menarik diri dari misi-Nya karena kebencian-Nya terhadap dosa. Rasa sakit yang dirasakan oleh Adam kita yang sejati ketika Dia berdiam di tengah-tengah kejahatan adalah percobaan yang baik Adam pertama maupun keturunannya tidak mungkin bisa rasakan.

Sifat Kristus yang suci, merasa jijik dan ngeri terhadap kejahatan masyarakat di mana ia hidup. Hidup di bumi di saat yang terbaik akan menjadi kejutan yang terbayangkan bagi makhluk seperti Dia, tetapi Ia datang ketika tubuh manusia, yang dibuat untuk tempat kediaman Allah, telah menjadi tempat tinggal setan. “Panca indera, urat saraf, hawa nafsu, anggota-anggota tubuh manusia, dikerahkan oleh alat-alat gaib dalam pemanjaan nafsu yang paling hina. Meterai roh-roh jahat sendiri telah dibubuhkan atas wajah manusia. Wajah manusia membayangkan roman muka bala tentara Iblis yang sudah merasuki mereka itu” (Alfa dan Omega, jld. 5, hlm. 33).

Pencobaan unik lainnya adalah keharusan-Nya menahan kekuatan Ketuhanan-Nya untuk menghukum musuh-Nya. “Dikelilingi oleh manusia yang dikendalikan oleh Setan sungguh menjijikkan bagi-Nya. Dan Ia mengetahui bahwa dalam sesaat saja, oleh menunjukkan kuasa Ilahi-Nya, Ia dapat mencampakkan orang-orang bengis yang menyiksa Dia ke tanah. Hal ini menjadikan pemeriksaan ini lebih berat menanggungnya “(ibid., hlm. 342).

Yang lainnya adalah godaan menggunakan kekuatan ilahi-Nya untuk meringankan atau mendukung diri-Nya pada saat dibutuhkan. Tetapi demi kita, Dia “mengalahkan Setan dalam sifat yang sama di mana di Eden Setan memperoleh kemenangan. Musuh itu ditaklukkan Kristus dalam sifat manusia-Nya. Kekuatan Ketuhanan Juruselamat disembunyikan. Dia menaklukkannya dengan sifat manusia, bergantung kepada Tuhan untuk mendapat kekuatan” (The Seventh¬ day Adventist Bible Commentary, Ellen G. White Comments, jld. 5, hlm. 1108).

Pencobaan unik yang lainnya lagi (dan mungkin yang terpenting) adalah dorongan untuk menggunakan kekuatan Ketuhanan-Nya untuk melarikan diri dari rasa sakit dan pengadilan yang memalukan dan kematian-Nya. “Malaikat terang sedang memperhatikan dan akan dengan senang hati menyelamatkan Tuhan mereka yang menderita di Golgota dan di gedung pengadilan Pilatus. Tetapi pemimpin malaikat, yang lebih kuat dari mereka, menahan mereka dari turut campur dalam penderitaan-Nya” (The Story of Redemption, hlm. 214, 215).

Karena Dia menderita dalam segala hal seperti kita (dan lebih intens), dan karena Dia mengatasi godaan dan cobaan yang tak ada makhluk lain mungkin bisa pahami, Dia memenuhi syarat sebagai Adam sejati yang paling unggul Juruselamat yang berhasil, pahlawan alam semesta yang mengagumkan, dan penerima pujian tanpa akhir yang layak dari umat tebusan yang bersyukur.

Posted in Renungan Pagi 2017.

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *