Musa Yang Lebih Baik

"Renungan di pagi hari, adalah bacaan yang membekali
umat Tuhan, dalam melakukan aktivitas yang penuh dengan
tantangan dan cobaan hingga fajar merekah."
Kamis 1 Juni 2017.

Terang Dalam Kegelapan

Terang dalam kegelapan, Lentera dunia, Terang kecil“Dan TUHAN berfirman: Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir, dan Aku telah mendengarkan seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka, ya, Aku mengetahui penderitaan mereka” (Keluaran 3:7).

Musa lahir tepat pada saat kondisi bangsa Israel dalam keadaan terburuk. Para penguasa Mesir telah membawa banyak tawanan yang menyedihkan dalam segala hal. Ada beberapa orang Ibrani, diantaranya Bezalel dan Aholiab, yang dilatih di perusahaan-perusahaan Mesir “untuk membuat berbagai rancangan supaya dikerjakan dari emas, perak dan tembaga” (Keluaran. 35:32) dan menikmati hak istimewa terbatas, tetapi massa yang menjadi buruh yang malang dipaksa untuk hidup dan bekerja di bawah kaki penindasan. Dengan demikian, penemuan bayi laki-laki oleh putri Firaun yang tersembunyi diantara lalang adalah permulaan hari yang baru dan lebih cerah bagi umat Allah yang sedang bergumul.

Kondisi sosial ekonomi umat Allah sama gelapnya dengan saat kelahiran Yesus bukan hanya untuk orang-orang Yahudi, tetapi juga untuk seluruh dunia. Yesaya telah menubuatkan bahwa, pada waktu Dia datang, “kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa” (Yesaya. 60:2). Dan memang penduduk dunia telah mencapai dasar kebejatan moral dan fisik yang paling rendah. Empat ribu tahun tirani dosa telah membentuk manusia menjadi mahkluk yang tampaknya bertindak lebih cenderung seperti binatang di hutan daripada seperti makhluk yang diciptakan di Eden.

Ketika Yesus datang, terang kecerdasan manusia lebih hampir padam oleh karena dosa penyembahan berhala, sihir, adat istiadat dan kehilangan penguasaan diri. Penyakit yang paling buruk tersebar melalui sayap serangga yang terinfeksi yang didorong oleh angin yang mematikan; pengobatan yang kasar dari dokter menimbulkan rasa sakit dan penderitaan yang lebih besar daripada gejala yang mereka coba sembuhkan; kegilaan adalah keadaan yang umum dan usia hanya mencapai 30 tahun. Kedalam lingkungan yang busuk, penuh prasangka, penuh penderitaan ini, Kristus menggenapi apa yang dijanjikan-Nya.

Dia juga harus disembunyikan dari muka penguasa yang iri. Tetapi cahaya yang dipancarkan oleh wajah-Nya di palungan adalah kemuliaan yang jelas berasal dari surga yang menarik semua perhatian pujian manusia dan malaikat. Lahir tanpa noda atau tekanan dosa. Dia adalah yang terbaik yang surga bisa persembahkan. Kelahirannya mulai hari baru bagi umat manusia sedang berjuang. Allah sendiri dalam belas kasihan kepada planet kita yang diperbudak. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan anak-Nya yang tunggal” (Yohanes. 3:16} sebagai obat yang sempurna untuk penyakit kita, solusi utama untuk dilemma kita dan satu-satunya harapan keselamatan kita.

Posted in Renungan Pagi 2017.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *