Terang Kecil Menuntun Kepada Terang Besar

Tinggallah di dalam Aku dan Aku didalam kamu

Untuk membentuk atau membangun tubuh kita, di butuhkan gisi dari makanan, dan minuman. Cairan, vitamin dan mineral yang masuk kedalam proses pencernaan diserap oleh tubuh, dan membentuk sel-sel, dan jaringan tubuh. Bila kita tidak makan atau minum, maka secara alamia mekanisme biologis kita akan terganggu. sebgaimana makanan dan minuman memiliki pengaruh terhadap tubuh jasmani kita, demikian halnya juga dengan kehidupan spiritual kit jika tidak di berikan makan rohani maka akan terganggu..

Tinggallah didalam aku dan aku didalam kamu, Lentera dunia, Terang kecilPada suatu ketika, ketika itu Yesus berbicara di depan orang banyak tentang roti yang dari Allah, yang turun dari sorga, yang dapat memberi hidup kepada dunia (Yohanes 6:33) lalu orang-orang meminta kepada-Nya, roti yang dimaksud mereka, lalu jawab Yesus: “Akulah roti hidup; barang siapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi” (Yohanes 6:35).

Mengapa Ia mengatakan diri-Nya adalah “Roti Hidup” yang turung dari sorga. Jikalau kita membaca firman Allah, atau Alkitab telah menyatakan bahwa sejak Ia dilahirkan, Ia ditempatkan dipalungan, yang merupakan tempat meletakan makanan hewan, demikian juga kota kelahiran-Nya Betlehem yang memiliki arti “The House of bread” dan ini bukanlah suatu kebetulan, Dengan demikian Ia menggunakan kata-kata atau kalimat yang mudah dimengerti oleh stiap orang yang mendengar akan firman-Nya. Pada saat Dia ucapkan kata roti, semua orang yang mendengar akan mudah memahami, bahwa itu adalah kebutuhan hidup jasmania dari setiap orang, dan itulah yang di inginkan oleh orang banyak yang mencarinya, pada saat itu.

Pada peristiwa ini (Yohanes 6:48 – 51) Yesus menuntun pemikiran orang banyak pada peristiwa bapa leluhur mereka, pada waktu di padang gurun, dimana selama empat puluh tahun Allah memberikan makan Manna dari sorga kepada mereka, namun mereka yang makan Manna di padang gurun, semua telah meninggal. Tetapi Yesus menawarkan Roti Hidup, bukan hanya kepada mereka tetapi kepada dunia. Tetapi mereka menganggap bahwa Dia menawarkan tubuh-Nya, hingga orang banyak meninggalkan Dia, bahkan murid-murid-Nya mengatakan perkataan itu terlalu keras bagi mereka. Tetapi itulah yang dilakukan-Nya, bahwa Ia menyatakan firman dalam perumpamaan (Markus 4:34). Yesus seringkali mengucapkan kata-kata kiasan tetapi memiliki makna spiritual, dengan maksud untuk mengubah motif dan ambisi duniawi orang-orang saat itu, dan mengarahkan pandangan mereka kepada hal spiritual, sebagaimana rencana dari kedatangan-Nya di dunia ini.

Dan Yesus mengatakan kepada mereka carilah makanan yang tidak membinasakan, yaitu makanan yang dapat memberikan hidup kekal (Yohanes 6:27). Untuk mencari makanan yang memberikan hidup kekal, kita harus datang kepada Yesus dan percaya kepada-Nya, maka kita tidak akan haus lagi (Yohanes 6:35). Kata datang memiliki arti berkesinambungan, yaitu terus menerus, setiap saat kita datang pada-Nya, dan percaya. Melalui membaca, menyelidiki Alkitab dan berdoa, maka pikiran kita diberi makanan “Roti Hidup” yaitu firman itu sendiri yang tidak lain adalah Yesus Kristus. Sebagaimana Yohanes menuliskan “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” Dan firman itu telah menjadi manusia dan tinggal diantara manusia. (Yohanes 1:1, ………. 14). Juruselamat kita adalah Roti Hidup, dan dengan memandang kasih-Nya, serta menerima-Nya ke dalam hati, kita telah memberi makan jiwa kita dengan Roti Hidup yang turun dari surga.

Jika firman Allah menjadi asupan pikiran kita setiap hari, maka kehidupam spiritual kita di bentuk dari hari demi hari hingga menjadi serupa dengan Dia dalam tabiat, dan itu menyatakan bahwa kita memiliki hubungan yang menyatu dengan Yesus, yang akan kelihatan melalui buah-buah perbuatan kita setiap hari, dan itu harus dijaga dengan datang setiap hari kepada-Nya melalui firman yang kita baca. Sama halnya dengan cabang pohon anggur yang berbuah, itu dapat terjadi karena cabang itu melekat pada pokok anggur yang menyediakan kebutuhannya untuk menghasilkan buah, jika cabang itu tidak melekat atau menyatu dengan pokok anggur maka ia akan kering, dan dipotong lalu dibakar.

“Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” Yohanes 15:4.

Sebagaimana doa Yesus (Yohanes 17:17) “Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran” kita menjadi satu oleh karena percaya akan pemberitaan firman, dan firman itulah yang menjadikan kita di dalam Yesus, Yesus di dalam kita, sebagaimana Yesus satu dengan Allah yang Kudus adanya……. Amin.

Posted in Lentera Dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *